Kita terbiasa homogen
tadi siang gw disuruh nyokap untuk jemput sepupu gw d skolahnya di SD Margahayu sekian2. sambil nunggu gw duduk mengamati sekitar, dan hap! inspirasi benar2 datang dari sekitar kita.
Se.ra.gam. setelah gw liat anak2 SD berlarian terbesit pertanyaan kenapa sekolah2 d indonesia mengharuskan murid2nya mengenakan seragam? kenapa kita tidak menerapkan peraturan seperti negara lain sebut saja amerika sehingga anak2 sudah terlatih untuk menentukan pilihan dan mengeksplorasi kreativitas mereka sejak kecil. Kalau saja aturan memakai baju bebas diterapkan di Indonesia mungkin akan terjadi keheterogenan seni pada diri mereka. dan kejadian seperti

akan bisa lebih diminimalisir. Seperti kita tau anak Indonesia itu pada dasarnya pintar2, hanya saja pintar tidak cukup untuk membuat negeri ini lebih maju,dibutuhkan kreativitas dan kerja keras untuk menkomplementerkan potensi tersembunyi yang ada pada negeri ini. Oleh sebab itu penting sekali memperhatikan metode pengembangan otak kanan mereka. Ayo anak Indonesia, jadilah Pintar dan Kreatif! dimulai dari menggambar pemandangan dengan bentuk dan warna lain ;)
jadi gini gw punya kakak laki-laki, pada dasarnya sih kakak seharusnya lebih dewasa dibandingkan adiknya kan yah, tapi setelah liat foto2 ini d hp ade gw, sepertinya dunia benar2 sudah berevolusi…
foto ini adalah bentuk dari keliaran imajinasi kakak gw, dy berkhayal bahwa suatu hari nanti dy akan menguasai singgasana dibalik drum Mike Portnoy dan memiliki rumah seperti ini.
FYI, bahan dasar dr rumah rumahan ini sebagian besar adalah barang2 yang ga akan terduga bisa d gunakan sebagai interior rumah —”
1. anda lihat bangunan brwarna biru ? yap, itu rubik yang disulap jadi istananya
2. Ruangan berkaca? hmmm itu sebenernya frame foto tapi pura2nya garasi
3. dan diatas garasi ada helipad, dan itu terbuat dr tutup toples —”
4. kalo yang d atas rubik itu kunci drum, dan berperan sebagai antena hotspot (allahuakbar)
5. nah foto yang ketiga itu ceritanya sungai
hey arsitek d seluruh dunia, Watch out!
Cantik itu emas, unik itu berlian, emas bisa diimitasi tapi berlian tidak
Menjiplak
Dor.. ini adalah kali pertamanya gw berani mengeluarkan tulisan gw dari kandangnya. berangkat dari ketakukan gw akan mata kuliah semester 3 yang sepertinya ganas dan tidak bersahabat, karena apa? karena hampir 80% isinya adalah menuntut kami mahasiswanya untuk menulis..hssssshhh *sepi
Baiklah, tulisan pertama gw adalah tentang menjiplak. Inspirasi datang dari keprihatinan gw terhadap sebuah negara (sebut saja Indonesia) yang cenderung mengalami krisis produktivitas karena yang dimilikinya adalah kemiripan “hasil” bukan “proses”. Pada dasarnya melakukan peniruan/penjiplakan itu halal2 saja sejauh yang kita tiru adalah bagaimana karya tersebut berangkat, bukan bagaimana karya tersebut setelah berlabuh.
contohnya simple aja, ini sepenggal lirik I write sins not tragedies - panic! at the disco
I’d chime in, “Haven’t you people ever heard of closing a goddamn door?!”
No, it’s much better to face these kinds of things with a sense of poise and rationality.
Again…
kalo kita google translate english - Indonesia jadi..
Aku akan berpadu, “Apakah kalian tidak pernah mendengar tentang menutup pintu sialan?!”
Tidak, itu jauh lebih baik untuk menghadapi hal-hal seperti dengan rasa tenang dan rasionalitas.
Lagi …
hahaha aneh kan? ini lah yang akan terjadi kalo kita hanya “mentranslate” karya orang lain, bukan mempelajari bagaimana karya tersebut dibuat, hasilnya akan berantakan, ga rasional,dan janggal. Makanya jangan jiplak!